AUD/USD DIPERDAGANGKAN DENGAN PENURUNAN RINGAN MENDEKATI 0,6800, FOKUS PADA DATA PMI AS
- AUD/USD melemah mendekati 0,6810 pada sesi Asia awal hari Senin.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed lebih lanjut tahun ini mungkin membebani USD dalam waktu dekat.
- RBA diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga OCR pada pertemuan bulan September mendatang.
Pasangan AUD/USD diperdagangkan dengan bias negatif ringan di sekitar 0,6805 selama sesi Asia awal pada hari Senin. Dolar Australia (AUD) yang melemah menciptakan hambatan bagi pasangan ini. Investor akan mencermati pembacaan cepat Indeks Manajer Pembelian (PMI) AS pada hari Senin untuk dorongan baru.
Federal Reserve AS (Fed) memangkas suku bunga lebih besar dari biasanya setengah poin persentase ke kisaran 4,75 hingga 5,00% minggu lalu. Para pembuat kebijakan juga memperkirakan penurunan suku bunga tambahan sebesar 75 basis poin (bps) pada akhir tahun, yang dapat terus melemahkan Dolar AS (USD) terhadap AUD. Ketua Fed Jerome Powell mencatat bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen para pembuat kebijakan untuk menjaga pengangguran tetap rendah saat inflasi mereda.
Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada hari Jumat bahwa bank sentral AS telah berhasil menavigasi ekonomi yang penuh tantangan selama beberapa tahun terakhir. Ia menambahkan bahwa data "keras" dan "lunak" sama-sama penting dalam pengambilan keputusan.
Di sisi Australia, data yang dirilis oleh Judo Bank dan S&P Global pada hari Senin menunjukkan bahwa pembacaan awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Judo Bank Australia turun menjadi 46,7 pada bulan September dari 48,5 pada bulan Agustus. Sementara itu, PMI Jasa turun menjadi 50,6 pada bulan September dari 52,5 sebelumnya, dan PMI Gabungan turun menjadi 49,8 pada bulan September dari 51,7 pada pembacaan sebelumnya. AUD diperdagangkan dengan sedikit penurunan sebagai reaksi langsung terhadap penurunan pembacaan PMI Australia.
Bank Sentral Australia (RBA) akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Selasa, yang diperkirakan akan mempertahankan Suku Bunga Tunai Resmi (OCR) pada 4,35%. Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan bahwa para pembuat kebijakan tidak memperkirakan adanya penurunan suku bunga dalam "jangka pendek" dan RBA tidak akan terpengaruh oleh penurunan suku bunga negara lain.
Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.
FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com
Hot
No comment on record. Start new comment.