Elon Musk Menang Gugatan Rp 8 T dari Korban PHK Twitter

Bos X Corp (dulunya Twitter) Elon Musk memenangkan gugatan hukum atas tuntutan para karyawannya yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Gugatan itu berkaitan dengan utang pesangon US$ 500 juta atau setara Rp 8,1 triliun (kurs Rp 16.200).
Dikutip dari Aljazeera, Kamis (11/7/2024), Hakim Distrik Amerika Serikat Trina Thompson memutuskan pada hari Selasa bahwa Undang-Undang Keamanan Pendapatan Pensiun Karyawan (ERISA) federal yang mengatur rencana tunjangan tidak mencakup klaim mantan karyawan, dan oleh karena itu ia tidak memiliki yurisdiksi.
Thompson menjelaskan, ERISA tidak berlaku untuk rencana pasca-pembelian Twitter karena tidak ada skema administratif berkelanjutan, di mana perusahaan meninjau klaim kasus per kasus, atau menawarkan tunjangan seperti asuransi kesehatan berkelanjutan dan layanan penempatan di luar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya ada pembayaran tunai yang dijanjikan," tulisnya.
Hakim mengatakan, karyawan yang dipecat dalam PHK massal Twitter tahun 2022 dan 2023 dapat mencoba mengubah gugatan mereka, tetapi hanya untuk klaim yang tidak diatur oleh ERISA.
Para karyawan yang mengajukan gugatan ini merupakan korban dari PHK massal Twitter tak lama setelah orang terkaya di dunia tersebut membeli perusahaan media sosial yang sekarang dikenal sebagai X itu seharga US$ 44 miliar pada bulan Oktober 2022.
Kasus ini adalah salah satu dari banyak kasus yang menuduh Musk mengingkari janji kepada mantan karyawan Twitter, termasuk mantan Kepala Eksekutif Parag Agrawal, dan vendor, setelah membeli perusahaan tersebut.
Menurut pengaduan tersebut, Twitter seharusnya memberi pesangon kepada karyawan setelah pembelian dengan gaji dua atau enam bulan, ditambah satu minggu gaji untuk setiap tahun kerja, jika mereka diberhentikan.
Penggugat Courtney McMillian, yang mengawasi kompensasi dan tunjangan Twitter, serta Manajer Operasi Ronald Cooper mengatakan, Twitter malah menawarkan kepada karyawan yang dipecat hanya satu bulan gaji sebagai pesangon, tanpa tunjangan.
Juru bicara eksternal untuk Sanford Heisler Sharp, yang mewakili mantan karyawan tersebut mengatakan, firma hukum tersebut kecewa dan mempertimbangkan opsi hukumnya. Sedangkan pengacara Musk dan X tidak segera menanggapi permintaan komentar dari kantor berita Reuters.
(shc/rrd)Reprinted from detik_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.
FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com
Hot
No comment on record. Start new comment.