Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (19/7), IHSG ditutup melemah 26,57 poin (-0,36%) ke level 7.294,50.
Pelemahan IHSG mengikuti bursa saham regional.
Kemudian, Rupiah ikut melemah imbas adanya ekspektasi jika pemilu negeri Paman Sam dimenangkan kembali oleh Donald Trump maka akan mempengaruhi arah kebijakan AS ke perdagangan global hingga perang dagang AS-China dapat memanas lagi.
Sebagai catatan, sepekan terakhir IHSG melemah -0,45% disebabkan melemahnya sektor Basic Materials (-1,58%), Infrastructures (-1,16%), dan Properties (-0,60%).
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, dimana DJIA (-0,93%), S&P 500 (-0,71%), & Nasdaq (-0,81%).
Para investor terus melakukan aksi ambil untung menyusul rekor tertinggi baru-baru ini dalam indeks-indeks utama.
Selain itu, pemadaman IT global menambah kegelisahan pasalnya mempengaruhi layanan dari maskapai penerbangan hingga bank.
Pemadaman ini diduga disebabkan oleh pembaruan dari CrowdStrike (-11,1%), yang menyebabkan masalah pada Windows Microsoft (-0,7%). Dari sisi pendapatan, Netflix (-1,5%) meskipun pendapatannya meningkat.
American Express (-2,7%), bahkan setelah melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui estimasi para analis.
Sebagai catatan, sepekan terakhir DJIA (+0,72%), S&P 500 (-1,97%), & Nasdaq (-3,64%).
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung melemah. Investor hari ini akan mencermati rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (Jun-24),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (22/7).
Hot
No comment on record. Start new comment.