Rupiah Hari Ini Kembali Menguat, Sentuh Rp16.164 per Dolar AS

IDXChannel - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 24,5 poin atau 0,15 persen ke level Rp16.164,5. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.206 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah juga ditutup menguat 11 poin atau 0,07 persen ke level Rp16.189.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dolar AS melemah dipengaruhi data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan tersebut terbit bersama dengan laporan laba yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar, juga dari kondisi di China.
“Meningkatnya kekhawatiran atas ekonomi Tiongkok, telah memicu aksi jual global pada saham, minyak, dan mata uang berimbal hasil tinggi dalam seminggu terakhir karena investor mencari keamanan uang tunai,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (6/8/2024).

Aksi jual berlanjut pada hari Senin, dengan imbal hasil Treasury AS turun lebih jauh, indeks saham di zona merah, dan dolar melemah.
Imbal hasil Treasury telah turun tajam sejak minggu lalu, ketika Fed mempertahankan suku bunga kebijakan dalam kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen saat Ketua Fed Jerome Powell membuka kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September.

Namun pada Jumat lalu, setelah data menunjukkan tingkat pengangguran melonjak, ekspektasi untuk penurunan suku bunga meningkat.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.
FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com
Hot
No comment on record. Start new comment.