Pengusaha Buka-bukaan Industri Tekstil Babak Belur!

Industri tekstil dalam negeri terus tertekan dan dihantam badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), sebelumnya melaporkan bakal ada satu pabrik tekstil yang melakukan PHK 500 pekerja pada Agustus ini.
Kondisi ini lantas ditanggapi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid. Ia mengakui saat ini sektor tekstil memang dalam kondisi babak belur.
"Bahwa kenyataan yang ada saat ini memang industri tekstil sedang babak belur," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristiadi mendapat bocoran bakal ada pabrik tekstil yang melakukan PHK pada Agustus. Bahkan dia sudah mendapat konfirmasi bakal ada satu pabrik yang melakukan PHK 500 pekerja.
Arsjad menilai, terpuruknya sektor tekstil tak lepas dari maraknya produk impor yang masuk secara ilegal ke Indonesia. Produk tersebut masuk tanpa membayar pajak sehingga perlu segera disetop.
"Salah satunya adalah karena banyak yang ilegal, barang-barang ilegal, produk luar yang masuk yang tidak membayar bea, nah ini yang harus kita setop," tegasnya.
Arsjad menyebut barang ilegal mengganggu industri berskala besar hingga kelas UMKM. Ia juga mengingatkan bahwa dengan populasi 270 juta jiwa, harusnya Indonesia bisa berperan sebagai produsen.
"Ini mengganggu seluruh industri. Tekstil belum bicara perusahaan besar, menengah, kecil. UMKM, semuanya terganggu sekali. Ini harus kita menjaga, jangan sampai 270 juta hanya sebagai pasar saja, tapi kita harus jadi produsen," ujar Arsjad.
Namun, ia mengingatkan hal tersebut harus diiringi oleh peningkatan kualitas produk. Ia juga menyinggung peran penting Satgas Impor Ilegal mencegah masuknya barang-barang ilegal ke dalam negeri dan menjaga agar industri tidak mati.
"Tapi kita harus siapkan produk-produk kita, jasa-jasa kita. Tekstil tadi tantangannya kita harus jaga. Sekarang ada satgas ilegal impor kan, ini penting. Kalau nggak gimana, semua (barang ilegal) masuk, mati lah," pembunuhnya.
Arsjad Rasjid menilai ekonomi Indonesia pada level mikro masih baik-baik saja. Namun, ia menyebut ada tantangan yang datang dari luar negeri. Meskipun, rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan industri ini mengalami kontraksi ke level 47 pada Juli.
Sementara itu, rilis dari S&P Global menunjukkan data Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia merosot ke level 49,3 atau berada pada level kontraksi di bawah 50 untuk bulan Juli.
Ia menyebut gejolak di luar negeri, misalnya terkait energi bakal terasa oleh Indonesia. Oleh karena itu, Arsjad menyebut Indonesia perlu mewaspadai hal ini.
"Apa pun, sedikit saja, contohnya harga energi naik tiba-tiba, pastinya dampaknya ke kita juga. Jadi kita harus waspada, tapi kita jangan berpikir negatif, jangan pesimis, kita harus pikir positif," tutupnya.
(ily/das)Reprinted from detik_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.
FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com
Hot
No comment on record. Start new comment.