Note

Pengurangan Subsidi Energi di APBN 2025 Murni Karena Penyesuaian Kurs Rupiah

· Views 49

Pasardana.id - Rencana pengurangan subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, murni karena perubahan asumsi nilai tukar atau kurs rupiah.

Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara BKF, Wahyu Utomo mengatakan, APBN 2025 untuk subsidi energi yang dikurangi dari Rp204,5 triliun menjadi Rp203,4 triliun ini tidak mengarah terhadap rencana pembatasan pembelian pertalite dan solar subsidi. 

"2025 itu kan hanya karena faktor penyesuaian kurs saja. Belum ada arah ke sana (pembatasan pembelian BBM)," kata dia usai Rapat Kerja Badan Anggaran dengan Kementerian Keuangan, Rabu (04/9). 

Wahyu menegaskan, bahwa bila mana ada pembatasan yang terjadi, itu dimaksudkan untuk mendorong agar subsidi tepat sasaran. 

Sedangkan untuk asumsi nilai tukar yang telah disepakati, terjadi perubahan dari Rp16.100 per dolar AS menjadi Rp16.000 per dolar AS.

Asumsi itu nantinya dapat diubah sesuai perkembangan kondisi.

Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membenarkan adanya pembatasan kriteria penerima BBM bersubsidi Pertalite dan Solar rencananya bakal diterapkan mulai 1 Oktober 2024.

Dalam Raker Banggar tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyampaikan, terdapat sedikit perubahan dari perhitungan subsidi energi dalam RAPBN 2025 dan Kesepakatan Panja A pekan lalu.

Menurut Menkeu, subsidi energi BBM tertentu dan LPG 3 kg terjadi penurunan dari Rp114,3 triliun menjadi Rp113,7 triliun.

Ini terutama untuk jenis BBM tertentu, dimana ada penurunan Rp40 miliar yang dikarenakan ada perubahan dari kurs.

Sementara subsidi LPG 3 kg turun Rp0,6 triliun atau Rp60 miliar, yang juga dipengaruhi oleh perubahan kurs dalam APBN 2025. 

 Untuk subsidi listrik, juga terjadi penurunan dari Rp90,2 triliun ke Rp89,7 triliun atau turun Rp0,5 triliun. 

Maka, disampaikan Menkeu, untuk total subsidi energi kesepakatan di Panja A adalah Rp203,4 triliun. 

"Ini turun Rp1,1 triliun dari yang kami usulkan di dalam RAPBN 2025. Ini lebih karena tadi kursnya Rp16.100 menjadi Rp16.000," ungkapnya.

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.