Pasardana.id - Fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di Gresik, Jawa Timur milik PT Freeport Indonesia (PTFI), yang akan memproduksi katoda tembaga telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Senin (23/9) kemarin.
Diketahui, nilai investasi untuk proyek yang menempati lahan 100 hektar di Java Integrated Industrial Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur ini mencapai Rp 56 triliun.
Dalam momen peresmiannya, Jokowi mengatakan kalau potensi penerimaan negara dari pembangunan produksi smelter dari PT Freeport Indonesia ini bisa mencapai Rp 80 triliun.
"Hitung-hitungan saya penerimaan negara masuk kira-kira Rp 80 triliun rupiah dari PT Freeport Indonesia, baik berupa deviden royalti, pph badan, pph karyawan, pajak untuk daerah, bea keluar, pajak ekspor semuanya kira-kira angkanya seperti itu. Ini angka yang sangat besar sekali," beber Jokowi.
Smelter PTFI merupakan pelaksanaan dan pemenuhan komitmen PTFI terhadap Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tahun 2018 serta bentuk dukungan PTFI terhadap program hilirisasi pertambangan yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
Smelter PT Freeport Indonesia dirancang dengan kapasitas pemurnian 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Bersama dengan smelter yang dioperasikan PT Smelting, keduanya akan memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun dengan produksi sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan fasilitas pengolahan mineral atau smelter tembaga kedua perusahaan akan menyerap total 2.000 tenaga kerja saat beroperasi penuh.
Tony memaparkan total kebutuhan tenaga kerja di smelter tersebut yakni terdiri dari 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan langsung PTFI.
"Selama masa konstruksi itu telah mempekerjakan tenaga konstruksi yang kumulatif jumlahnya mencapai 40.000 tenaga kerja," lanjut dia.
Hot
No comment on record. Start new comment.