Note

Perkuat Keamanan Siber Nasional, Kadin Indonesia Luncurkan Indonesia Cybersecurity Industry Report dan ADIKSI

· Views 45

Pasardana.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meluncurkan dua inisiatif strategis untuk memperkuat keamanan siber nasional dari ancaman yang terus berkembang. 

Kamis (17/10), di Jakarta, Kadin Indonesia Bidang Komunikasi dan Informatika memperkenalkan "Indonesia Cybersecurity Industry Report", yang berisi analisis kondisi siber terkini dan rekomendasi strategis untuk masa depan. 

Salah satu rekomendasi penting adalah pembentukan Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIKSI).

WKU Bidang Komunikasi dan Informatika (Kadin) Indonesia, Firlie Ganinduto mengatakan, transformasi digital telah menciptakan peluang sekaligus kerentanan di berbagai industri, seperti jasa keuangan, infrastruktur kritis (energi, gas, dan air), kesehatan, dan manufaktur.

Ketergantungan terhadap sistem digital telah menyebabkan berbagai institusi di Indonesia terpapar pada ancaman siber yang meningkat, dengan biaya kejahatan siber yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Data The Institute of Internal Auditors (IIA) mencatat, kerugian akibat serangan siber di dunia pada 2023 mencapai USD 8 triliun.

“Sebagai perwakilan dunia usaha nasional, kami melihat kebutuhan yang tinggi untuk memastikan keamanan siber tidak mengganggu business process. Maka inisiatif hari ini penting untuk memperkuat keamanan siber nasional demi melindungi berbagai industri,” kata Firlie, seperti dilansir dalam siaran pers, Kamis (17/10).

Dia menambahkan, perlindungan aset bisnis, serta berbagai jaringan penting dari ancaman siber kian menjadi prioritas utama bagi Indonesia.

Pertahanan siber harus diperkuat untuk menjamin keamanan dan keberlangsungan infrastruktur vital negara, bisnis, dan masyarakat.

“Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 221 juta orang per tahun 2024, risiko dan eksposur terhadap serangan siber juga meningkat, dan kita perlu menyiapkan strategi pertahanan yang kuat. Kadin Indonesia menekankan perlunya peningkatan kapabilitas nasional dalam menanggapi insiden siber yang setiap tahun angkanya semakin mengkhawatirkan,” tambah Firlie Ganinduto.

Untuk menghadapi tantangan keamanan siber, Kadin Indonesia mengembangkan “Indonesia Cybersecurity Industry Report”. 

Laporan ini menyajikan analisis kondisi keamanan siber dan rekomendasi strategis untuk memperkuat pertahanan siber nasional di masa depan.

Laporan ini dimulai dengan mengkaji lanskap industri, mengidentifikasi tantangan dan peluang spesifik sektor dalam melindungi infrastruktur kritis, dan menyimpulkan bahwa dampak finansial dan operasional dari serangan siber akan terus meningkat tanpa perbaikan berkelanjutan.

“Dalam analisis mendalam terhadap sektor-sektor kunci, report ini menilai permukaan serangan dari berbagai industri, mengungkap kerentanan dan menekankan perlunya pembaruan keamanan yang tepat waktu dan pemantauan berkelanjutan,” tutur Firlie Ganinduto.

Salah satu rekomendasi penting laporan ini adalah pembentukan ADIKSI sebagai bagian dari strategi untuk memobilisasi peran sektor swasta dalam keamanan siber. 

ADIKSI akan menjadi wadah kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam upaya memperkuat perlindungan infrastruktur digital nasional.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas mengatakan, pada 2023 terdapat lebih dari 403,9 juta anomali trafik yang mengindikasikan adanya serangan siber di Indonesia. 

Sementara dari Januari hingga Mei 2024, terdapat 74 juta anomali trafik, dan lebih dari 44 juta merupakan aktivitas malware.

Menurut Slamet Aji Pamungkas, keberadaan ADIKSI sebagai pusat kolaborasi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk mendukung ekosistem keamanan digital yang lebih tangguh di Indonesia.

“BSSN mengapresiasi inisiatif Kadin Indonesia dalam membuat report dan membentuk ADIKSI. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memperkuat ekosistem keamanan siber kita. ADIKSI diharapkan menjadi platform penting untuk berbagi pengetahuan, memperkuat koordinasi antara sektor industri dan pemerintah, serta meningkatkan respons terhadap ancaman siber yang semakin canggih,” tutup Slamet Aji Pamungkas.

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.