Note

Rasio Keuangan TUGU Solid, Jadi Modal Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi

· Views 28
Rasio Keuangan TUGU Solid, Jadi Modal Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi
Rasio Keuangan TUGU Solid, Jadi Modal Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi (foto: MNC media)

IDXChannel - Kondisi ekonomi nasional dalam beberapa waktu terakhir dinilai cukup menantang bagi sejumlah sektor industri.

Tak terkecuali bagi industri asuransi umum. Karenanya, tak heran bila kinerja keuangan para pelaku industri di sektor tersebut kini jadi sorotan bagi pelaku pasar.

Baca Juga:
Rasio Keuangan TUGU Solid, Jadi Modal Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi Optimistis Kinerja Prospektif, Manajemen Kompak Borong Saham Tugu Insurance (TUGU)

Dari banyak emiten saham dari sektor asuransi umum, kemampuan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), atau Tugu Insurance,  dinilai paling baik dan siap hadapi tantangan makro. 

Menurut Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin, gejolak di pasar keuangan sebagai akibat dari tensi geopolitik yang masih tinggi turut berpengaruh terhadap seluruh industri jasa keuangan, termasuk juga sektor asuransi.

Baca Juga:
Rasio Keuangan TUGU Solid, Jadi Modal Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi Kumpulkan Premi Rp6,8 Triliun, Pendapatan TUGU Naik 23 Persen hingga Kuartal III-2024

Terlebih juga momen terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS juga menjadi sentimen tersendiri bagi kinerja industri keuangan secara keseluruhan.

"Terpilihnya Trump dengan kebijakan tarifnya memang secara temporer membuat dolar AS 'balik kampung'. Capital outflow yang deras membuat saham-saham sektor perbankan tertekan. Namun bukan hanya sektor perbankan saja yang perlu dicermati, sektor lain seperti asuransi umum juga perlu mendapat perhatian," ujar Kharel, dalam keterangan resminya, pekan lalu.

Baca Juga:
Rasio Keuangan TUGU Solid, Jadi Modal Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi Tugu Insurance (TUGU) Ungkap Potensi Dividen di 2025

Di tengah tingginya risiko terutama eksternal saat ini, Kharel menjelaskan, perusahaan asuransi dengan core business di bidang pengelolaan risiko, juga menjadi perhatian banyak pihak, terutama pelaku pasar.

Kharel menambahkan, memang capital outflows banyak dialami saham-saham big-caps karena bobotnya besar dan likuiditasnya tinggi. 

"Secara size market cap dan likuiditas memang saham-saham asuransi umum masih di bawah saham perbankan, tetapi sektor asuransi umum juga menarik untuk dilirik," ujar Kharel.

Dari sekian banyak emiten sektor asuransi umum, Kharel melihat ada hal yang menarik dari saham TUGU, di mana ketika pasar saham Indonesia banyak ditinggalkan investor asing, saham TUGU justru cenderung diakumulasi oleh pemodal luar negeri.

"Saham-saham big banks dilepas asing dengan nilai triliunan di sepanjang 2024. Namun saham TUGU diakumulasi asing sebesar Rp 60 miliar di tahun ini. Meski size inflows kecil tetapi jika dibandingkan dengan likuiditasnya ini termasuk signifikan," ujar Kharel.
 
Lebih lanjut Kharel juga menjabarkan beberapa faktor yang memicu aksi borong asing di saham TUGU adalah rasio keuangan yang solid. Per Oktober 2024 rasio keuangan penting TUGU mampu melampaui kinerja emiten saham lain di industri asuransi umum.

"RBC TUGU ada di 512 persen di Oktober 2024, dari peers’ yang listed hanya empat yang memiliki RBC di atas 500 persen. Artinya, tingkat solvabilitas TUGU paling tinggi. Selain solvabilitas aspek likuiditas seperti rasio kecukupan investasi (RKI) TUGU juga di 621 persen padahal median peers di kisaran 261 persen. Dari sisi solvabilitas dan kecukupan pemenuhan kewajiban kepada tertanggung TUGU paling baik," ujar Kharel.

Selain dari aspek solvabilitas dan likuiditas, Kharel juga mencatat bahwa keunggulan TUGU juga terletak pada kinerja investasi dan operasional aktivitas bisnis inti asuransi umum.

"Rasio perimbangan hasil investasi terhadap premi neto TUGU di Oktober 2024 (parent only) di 27 persen tertinggi di antara kompetitor yang publicly listed sementara median peers asuransi umum hanya 10 persen. Kemudian dari sisi rasio beban yang mencerminkan tingkat efisiensi operasional TUGU berada di 42 persen paling rendah dan paling efisien dibandingkan peers yang nilai mediannya mencapai 100," ujar Kharel.

Kharel melihat bahwa rasio keuangan TUGU yang solid dan ungguli kompetitor menjadi salah satu aspek yang mendorong saham TUGU diakumulasi oleh asing ketika badai outflows menyerang.

Bahkan kinerja saham TUGU sepanjang 2024 masih lebih baik dibandingkan IHSG.  Asal tahu saja harga saham TUGU terkoreksi 0,5 persen sepanjang 2024 dan IHSG ambles 2,9 persen di waktu yang sama.

"Memang kinerja yang solid tersebut belum tercermin dari sisi harganya. Artinya ini menjadi peluang saat valuasi masih murah. Apalagi dengan kinerja keuangan yang tumbuh dobel digit sepanjang 2024 menjadi aspek lain yang tidak hanya menunjukkan bahwa TUGU mampu mengelola risiko di tengah berbagai tantangan yang ada tetapi juga appealing untuk investor yang mencari saham-saham dengan fundamental baik yang bisa dimasukkan ke dalam portofolio mereka," ujar Kharel.

(taufan sukma)

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.