Pasardana.id - Dalam rapat Dewan Gubernur pada 17-18 Desember 2024, Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan BI Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.
Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan konsisten dengan stance kebijakan moneter dari Bank Sentral untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tim riset ekonomi Bank Mandiri memprediksi BI Rate masih memiliki ruang penurunan pada tahun 2025. "Ke depan, kami melihat perbaikan ekonomi domestik akan berlanjut dan tetap tumbuh di kisaran 5%," tulis tim riset ekonomi Bank Mandiri, Kamis (19/12/2024).
Di sisi lain, tingkat inflasi domestik juga tetap terkendali dan diperkirakan tumbuh sebesar 2,38% (yoy) pada tahun 2025.
Tim riset ekonomi Bank Mandiri juga menilai, BI akan tetap memperhatikan perkembangan data-data global, stance kebijakan The Fed, dan faktor domestik, sebelum melakukan perubahan terhadap suku bunga acuan BI Rate ke depan.
Adapun Bank Sentral AS diprediksi akan menempuh kebijakan yang less aggressive sejalan dengan potensi peningkatan inflasi AS akibat kebijakan Trump.
"Penurunan Fed Funds Rate yang diperkirakan akan lebih kecil akan berimplikasi pada kenaikan imbal hasil US treasury dan indeks dollar, serta meningkatkan volatilitas nilai tukar," tambah tim riset Bank Mandiri.
Hot
No comment on record. Start new comment.