Note

Wall Street Ditutup Lesu, Imbas Sentimen Investor Wait and See Jelang Akhir Tahun

· Views 15
Wall Street Ditutup Lesu, Imbas Sentimen Investor Wait and See Jelang Akhir Tahun
Wall Street Ditutup Lesu, Imbas Sentimen Investor Wait and See Jelang Akhir Tahun (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Wall Street dengan S&P 500 turun pada perdagangan Senin (30/12/2024) waktu setempat, karena investor tampaknya berhati-hati menjelang akhir tahun.

Mengutip Investing, Dow Jones Industrial Average turun 0,97 persen ke 42.573, indeks S&P 500 turun 1,07 persen ke 5.906 dan NASDAQ Composite turun 1,21 persen ke 19.483.

Namun, terlepas dari penurunan pada awal pekan, indeks utama ditutup pada akhir 2024 mendekati level rekor di mana S&P 500 dan Dow Jones naik lebih dari 23 persen dan 14 persen. Angka ini berada di jalur menuju tahun terbaik sejak 2021. Sedangkan Nasdaq naik sekitar 30 persen.

Namun, terlepas dari turunnya hari ini ini, indeks utama ditutup pada tahun 2024 mendekati level rekor dengan S&P 500 dan Dow Jones naik lebih dari 23 persen dan 14 persen, dan berada di jalur menuju tahun terbaik sejak 2021, sedangkan Nasdaq telah naik sekitar 30 persen.

Indeks acuan juga menuju ke level yang menguntungkan pada kuartal IV 2024, menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum, dengan Nasdaq berada di jalur untuk mencatatkan rekor keuntungan kuartalan terpanjang sejak kuartal kedua 2021.

Data ekonomi menunjukkan peningkatan penjualan rumah tertunda pada November, tetapi angka yang lebih lemah dari perkiraan untuk PMI Chicago Desember.

Kemudian dalam minggu ini, investor akan mencermati survei aktivitas manufaktur Institute of Supply Management untuk bulan Desember dan laporan mingguan tentang klaim pengangguran, menjelang laporan ketenagakerjaan utama yang akan dirilis pada minggu berikutnya.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga berikutnya sebesar 25 basis poin pada Maret 2025.

Bank tersebut mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Jumat bahwa langkah tersebut diharapkan akan diikuti oleh dua pemangkasan tambahan dengan besaran yang sama pada Juni dan September.

"Kami memperkirakan Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga 25bps berikutnya pada bulan Maret diikuti oleh dua pemangkasan suku bunga 25bps lagi pada bulan Juni dan September hingga mencapai kisaran suku bunga terminal 3,5-3,75 persen," tulis bank tersebut.

Goldman juga mengantisipasi bahwa Fed akan memperlambat penurunan neracanya pada Januari 2025 dan menghentikannya sepenuhnya pada kuartal kedua.

Sementara itu, saham Boeing (NYSE:BA) turun lebih dari 2 persen setelah kecelakaan udara yang mengenaskan di Korea Selatan merenggut nyawa 179 orang pada hari Minggu lalu ketika sebuah pesawat penumpang mendarat darurat di Bandara Internasional Muan.

Pesawat Boeing 737-800 itu tergelincir dari landasan pacu, bertabrakan dengan dinding dan meletus dalam kobaran api, menjadikannya bencana penerbangan paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

Di sisi lain, harga minyak mentah naik tipis pada hari Senin dalam perdagangan yang lesu akibat liburan di awal minggu terakhir tahun ini.

Kedua acuan harga minyak mentah berada di jalur kerugian besar pada tahun 2024, dengan kontrak WTI turun sekitar 1 persen dan Brent turun lebih dari 3,5 persen sejauh ini, sebagian besar karena kekhawatiran atas melambatnya permintaan di China, importir minyak terbesar di dunia.


(kunthi fahmar sandy)

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.