Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir tahun (30/12), IHSG ditutup menguat +43,33 poin (+0,62%) ke level 7.079,91.
Penguatan IHSG didorong oleh menguatnya nilai tukar Rupiah sebesar +0,21% terhadap dollar AS menjadi Rp16.162 (JISDOR).
Penguatan pada 30/12 belum mampu membuat kinerja IHSG menghijau sepanjang tahun 2024.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2024 IHSG justru melemah -2,65% ytd (vs +6,2%; 2023), dimana pelemahan tersebut dipimpin sektor Transportation (- 18,78%), Technology (-9,87%), Infrastructures (-5,81%).
Dari sisi saham yang menjadi pemberat kinerja IHSG dipimpin oleh BBRI - 28,73% (-181,36 poin), TLKM -31,39% (-143,62 poin), & BBNI -19,07% (-36,80 poin).
Sementara itu, Wall Street akhir tahun di tutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,07%), S&P 500 (-0,43%), & Nasdaq (-0,90%).
Investor menunjukkan kehati-hatian di tengah aksi ambil untung dan tidak adanya fenomena efek “sinterklas” yang biasanya terjadi di akhir tahun.
Selain itu, pasar juga bergulat dengan valuasi tinggi, yang membuat banyak investor mempertanyakan katalis berikutnya untuk pergerakan yang signifikan.
Tekanan akhir tahun semakin meningkat karena likuiditas menipis dan trader mengunci keuntungan yang telah mereka miliki.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung menguat. Investor hari ini akan mencermati rilis data inflasi Indonesia (Desember 2024),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (02/1/2025).
Hot
No comment on record. Start new comment.