Note

Menperin Sebut Opsen Pajak Bikin Sektor Otomotif Gerah, Bukan PPN 12%

· Views 16
Menperin Sebut Opsen Pajak Bikin Sektor Otomotif Gerah, Bukan PPN 12%
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% hanya berlaku untuk barang mewah. Sebagai informasi, barang mawah tersebut merupakan obyek dari PPnBM atau pajak penjualan barang mewah yang diatur dalam Peraturan menteri Keuangan (PMK) 15 tahun 2023.

Salah satu yang terkena pajak tersebut adalah mobil. Namun, menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita PPN 12% bukan menjadi menjadi isu besar buat industri otomotif.

Agus mengatakan penarapan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) mulai 5 Januari 2025 yang justru berpengaruh ke industri otomotif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun kebijakan ini telah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

"Yang paling sulit untuk pabrikan mobil dan untuk konsumen adalah pajak yang diatur oleh Pemerintah Daerah atau opsen, dan opsen yang membuat sektor otomotif gerah," kata Menperin di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (3/1/2025).

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, sebelum UU HKPD disahkan, PKB dipungut oleh pemerintah provinsi, lalu 30%-nya diserahkan kepada kabupaten/kota. Dengan diberlakukannya opsen, pemerintah kabupaten/kota tidak lagi menanti 'setoran' dari pemerintah provinsi, melainkan melakukan pungutan langsung yakni melalui opsen.

Selain pada PKB, opsen ini juga berlaku pada bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Adapun besaran tarif opsen PKB telah diatur dalam Pasal 83 ayat (1) yaitu sebesar 66%.

Agus menilai kebijakan ini katanya bukan malah memberikan pendapatan kepada Pemda melainkan malah merugikan ekonomi daerah tersebut.

Ia menambahkan, pungutan tersebut justru akan membuat masyarakat enggan membeli kendaraan bermotor

"Saya melihatnya pimpinan daerah akan mencari atau menerbitkan regulasi untuk relaksasi. Karena nggak akan bisa orang-orang lokalnya beli mobil dan itu jugga nggak bakal masuk ke mereka dan nggak akan berputar," tutur Agus.

(hns/hns)

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.