Note

Wall Street Ditutup Melemah Dipicu Rilis Data Ketenagakerjaan

· Views 17
Wall Street Ditutup Melemah Dipicu Rilis Data Ketenagakerjaan
Wall Street ditutup melemah dipicu rilis laporan pekerjaan menimbulkan kekhawatiran The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama (foto:MNC)

IDXChannel- Wall Street ditutup melemah dipicu rilis laporan pekerjaan yang menimbulkan kekhawatiran The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama dari yang diperkirakan.

Melansir Reuters, Sabtu (11/1/2025), indeks utama Wall Street berakhir lebih rendah, dengan 10 dari 11 kategori saham dalam indeks acuan S&P 500 ditutup dalam zona merah yang dipimpin oleh saham-saham keuangan, real estate, teknologi dan bahan pokok konsumen. 

Saham-saham energi berakhir lebih tinggi. Ketiga indeks mencatat penurunan minggu kedua berturut-turut.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 1,63 persen menjadi 41.938,45, S&P 500 (.SPX) turun 1,54 persen menjadi 5.827,04 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,63 persen menjadi 19.161,63.

Data Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (10/1/2025) menunjukkan bahwa ekonomi AS melahirkan 256.000 pekerjaan di Desember, mengalahkan ekspektasi para analis yang sebesar 160.000.

“Ini adalah salah satu titik data klasik yang merupakan berita baik atau buruk. Ketika saya berpikir tentang data ekonomi yang baik untuk pertumbuhan, namun tentu saja membebani gambaran imbal hasil dan sedikit menghambat dalam hal penurunan suku bunga, dan saya rasa pasar sedang mencoba untuk menyelesaikannya,” kata James St Aubin, kepala investasi di Ocean Park Asset Management di Santa Monica, California.

Pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga The Fed paling cepat pada Juni. Sebelum laporan ketenagakerjaan, The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga paling cepat pada Mei dengan probabilitas 50 persen untuk penurunan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 4,761 persen. Imbal hasil tersebut sempat mencapai 4,79 persen, level tertinggi sejak November 2023.

“Imbal hasil obligasi naik hari ini karena kemampuan untuk memangkas lebih lanjut akan berkurang setelah laporan hari ini,” kata St Aubin.

Imbal hasil obligasi pemerintah telah melonjak lebih tinggi minggu ini di tengah aksi jual pasar yang luas yang mendorong biaya pinjaman jangka panjang ke level tertinggi dalam beberapa tahun.

Di sisi lain, saham-saham perusahaan berkapitalisasi kecil, yang lebih rentan terhadap fluktuasi suku bunga, berada di bawah tekanan paling besar selama sesi ini, mendorong Russell 2000 (.RUT), dibuka turun 2,22 persen.

Indeks MSCI dari saham-saham di seluruh dunia (.MIWD00000PUS), turun 1,39 persen menjadi 833,86. Indeks pan-Eropa STOXX 600 (.STOXX), ditutup turun 0,84 persen, terseret oleh saham-saham utilitas, konsumen non-siklikal, dan real estate.

(Ibnu Hariyanto)

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.