Terungkap, Ini Alasan BUKA Setop Layanan Operasional Produk Fisik

IDXChannel - PT Bukalapak.com (BUKA) menutup layanan penjualan produk fisik, sehingga kini hanya fokus menjual produk virtual di e-commerce milik perseroan.
Direktur Utama Bukalapak, Willix Halim mengatakan, manajemen sebelumnya telah melakukan berbagai upaya yang terbaik supaya penjualan produk fisik bisa meningkat.
"Namun, lini bisnis produk fisik pada aplikasi dan situs web Bukalapak terus menunjukkan penurunan kontribusi pendapatan dan pertumbuhan selama tiga tahun terakhir yang diakibatkan oleh perubahan dinamika pasar dan tantangan industri," ujarnya lewat surat kepada BEI, Rabu (15/1/2025).
Sementara itu, kata Willix, penurunan pendapatan pada segmen bisnis ini semakin diperburuk dengan biaya operasionalnya yang terus meningkat secara signifikan. Alhasil, BUKA memutuskan menyetop layanan produk fisik.
Willix menambahkan, saat ini kontribusi segmen penjualan produk fisik pada total pendapatan perseroan hanya mencapai 3 persen.
Hingga kuartal III-2024, pendapatan Bukalapak mencapai Rp3,4 triliun. Dengan kata lain, segmen ini hanya menghasilkan pendapatan kurang dari Rp100 miliar di sembilan bulan pertama 2024.
Willix juga menilai, BUKA memutuskan lebih fokus pada penjualan produk virtual karena pengembangan segmen ini berjalan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir meski dia tak menyebutkan pendapatan dari segmen produk virtual.
"Hal ini terlihat dari dampak positif yang diberikan segmen ini pada posisi keuangan perseroan," kata Willix.
Dengan transformasi ini, menurutnya, Bukalapak tetap beroperasi sebagai perusahaan di bidang portal web dan platform digital. Dengan begitu, tidak ada perubahan kegiatan utama perseroan.
"Aplikasi dan situs web Bukalapak maupun aplikasi dan situs web marketplace lainnya yang dimiliki perseroan serta Mitra Bukalapak akan tetap beroperasi dan dapat diakses oleh para pengguna dan konsumen untuk layanan lainnya yang telah ada sebelumnya antara lain produk virtual, gaming, dan investasi," kata Willix.
Namun, dia mengakui penghentian operasional ini berdampak pada PHK sebagian karyawan BUKA. Sementara karyawan yang tidak terdampak digeser sesuai kebutuhan dari ekosistem perusahaan.
Sebelumnya, Bukalapak mengumumkan penutupan penjualan produk fisik pada aplikasi dan situs web terhitung secara efektif 9 Februari 2025. Setelah tanggal ini, pembeli tidak bisa lagi melakukan transaksi produk fisik di Bukalapak.
Selain itu, BUKA juga memberikan tenggat waktu tambahan penyelesaian proses pesanan kepada penjual seperti mengunduh data penjualan hingga mencairkan dana hingga 2 Maret 2025. Setelah itu, di bulan yang sama, aplikasi Bukalapak akan berubah menjadi versi baru yang fokus pada produk virtual.
(Rahmat Fiansyah)
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.
FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com
Hot
No comment on record. Start new comment.