Note

USD/IDR Bergeming di 16.330 meski Dolar AS Catat Terendah Dua Minggu

· Views 58
  • Pasangan mata uang USD/IDR masih bertahan di 16.330-an, walaupun Dolar AS melemah.
  • Indeks Dolar AS merosot hingga ke 107,92 pada hari Selasa, pagi ini sedikit meningkat ke 108,10.
  • Kebijakan Trump perlu diwaspadai pemerintah Indonesia karena akan memengaruhi ekonomi domestik meski tidak langsung.

Pada hari Rabu di sesi Asia pasangan mata uang USD/IDR tetap bertahan di 16.330-an meski Dolar AS yang diukur oleh DXY merosot hingga ke 107,92 pada perdagangan hari Selasa dan hingga saat berita ini ditulis masih melayang di 108,10.

Para investor masih mewaspadai potensi kejutan dari media sosial Donald Trump yang terkenal bisa memicu volatilitas pasar. Meski demikian, tidak adanya tarif yang keras secara langsung telah meredakan kekhawatiran mereka untuk sementara, catat Stephen Innes, Kepala Strategi Perdagangan dan Pasar SPI Asset Management yang menjadi kontributor FXStreet.

Beberapa executive order yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump memiliki potensi menggeser ekonomi dan politik global, meskipun dampaknya tidak langsung mempengaruhi Indonesia.

Sementara itu, penarikan AS dari Perjanjian Paris melemahkan solidaritas global dalam menghadapi perubahan iklim, yang sangat berdampak pada Indonesia sebagai negara kepulauan yang rawan terhadap kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem. Namun, di sisi lain, jika tarif yang diberlakukan AS terhadap Tiongkok naik, maka akan berdampak positif bagi Indonesia karena berpeluang untuk meningkatkan ekspor.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan penerapan tarif sebesar 10% pada impor dari Tiongkok, mulai tanggal 1 Februari. Langkah ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap pengiriman fentanyl dari Tiongkok ke Meksiko dan Kanada, demikian menurut Reuters.

“Indonesia perlu mewaspadai kebijakan Trump”, kata Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin. Kenaikan tarif impor bisa memicu peningkatan inflasi di AS, jika The Fed menaikkan suku bunga guna menahan laju inflasi, biaya surat berharga negara (SBN) Indonesia pasti naik, lanjut Wijayanto, seperti yang dikutip dari Media MSN.
 

Bagikan: Pasokan berita

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.