Pasardana.id - PT Green Power Group Tbk (IDX: LABA) menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material sehubungan Penandatanganan PKS Suplai Baterai dan Penjelasan Penjaminan Saham Perseroan milik PT Nev Stored Energy (NSE).
Dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (16/2), Ferry Cahyo selaku Corporate Secretary LABA menyampaikan, bahwa Bisnis baterai Perseroan mengalami pertumbuhan pesat dalam pesanan.
Perseroan baru menandatangani perjanjian pasokan resmi dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Safast Electric Vehicles Indonesia (SEVI) pada tanggal 14 Februari 2025.
“Dalam perjanjian pasokannya, Perseroan akan menyediakan kepada PT Safast Electric Vehicles Indonesia sebanyak 3.000 unit baterai berkapasitas 23,96 KWH dan 1.000 unit baterai berkapasitas 38,7 KWH, dengan total kapasitas sebesar 110 MWH. Harga satuan baterai ditetapkan sebesar Rp1.560.000 per KWH, dengan total nilai pasokan sebesar Rp171. 600.000.000,” tulis Ferry Cahyo.
Ditambahkan, untuk mendukung perkembangan bisnis perusahaan tercatat seperti perjanjian yang sudah ada sebelumnya, ECGO Electric Motorcycle (kendaraan roda dua), PT. Safago New Energy (kendaraan roda tiga), proyek pembangkit listrik tenaga surya dan truk listrik dengan sistem penukaran baterai, pemegang saham pengendali, PT Nev Stored Energy (NSE), telah memperoleh dukungan pendanaan berbunga rendah dari modal internasional S2C CAPITAL GROUP.
“NSE akan melakukan pembiayaan melalui skema gadai saham secara bertahap, dengan total dana yang diperoleh sebesar USD 4 juta,” ujar Ferry Cahyo.
Adapun seluruh dana hasil pembiayaan ini akan digunakan untuk operasional bisnis LABA.
Sementara itu, pemegang saham pengendali, PT. NEV, menegaskan bahwa tidak memiliki rencana untuk melepas kepemilikan saham dan akan menambah kepemilikan saham pada waktu yang dianggap tepat.
Selanjutnya disampaikan, tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
Hot
No comment on record. Start new comment.