Note

Proyeksi Kredit Melambat, Dua Saham Bank Raksasa Ini Masih Menarik

· Views 13
Proyeksi Kredit Melambat, Dua Saham Bank Raksasa Ini Masih Menarik
Proyeksi Kredit Melambat, Dua Saham Bank Raksasa Ini Masih Menarik (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 diproyeksi melambat akibat daya beli masyarakat yang masih lemah disertai tekanan biaya yang semakin meningkat. 

Isu utama yang perlu diwaspadai adalah biaya dana yang diperkirakan tetap tinggi tahun ini sehingga bisa berdampak pada profitabilitas bank. 

Namun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah mengindikasikan rencana untuk menaikkan suku bunga kredit, khususnya di segmen konsumer. Sementara bank-bank lain kemungkinan besar masih menghadapi tekanan biaya operasional.

"Dalam jangka pendek, harga saham sektor perbankan berpotensi tetap tertekan, salah satunya karena downgrade estimasi laba kuartal ini oleh para analis," demikian tertulis dalam riset Samuel Sekuritas, Senin (17/2/2025).

Di sisi lain, kepastian terkait transisi BUMN ke Danantara juga akan menjadi faktor penentu, karena akan berdampak pada kebijakan dividen yang baru akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Maret 2025. 

Saat ini, bank-bank BUMN masih menawarkan imbal hasil dividen yang menarik, mencapai 9 persen, dengan total laba bersih sektor ini diperkirakan sekitar Rp140 triliun pada 2024. Di mana Rp100 triliun di antaranya kemungkinan akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada Danantara.

Di tengah kondisi ini, bank yang memiliki imbal hasil dividen tinggi, rasio dana murah (CASA) yang solid, serta kualitas aset yang lebih baik diperkirakan akan lebih siap dalam menjaga biaya kredit tetap rendah. 

Oleh karena itu, Samuel Sekuritas merekomendasikan  saham BBRI dengan target harga Rp5.500 dan BBCA dengan target harga Rp12.000 yang keduanya memiliki potensi kenaikan lebih dari 30 persen.

Untuk diketahui, sektor perbankan mencatatkan laba bersih sebesar Rp50,3 triliun pada kuartal IV-2024. Angka ini turun sekitar 5,5 persen dibanding kuartal sebelumnya dan turun 3,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dalam hal ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi bank dengan kinerja terbaik, ditopang oleh pertumbuhan kredit yang kuat. Di mana kredit BSI naik hampir 16 persen dibanding tahun sebelumnya, serta biaya kredit yang lebih rendah. 

(DESI ANGRIANI)

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.