Tiga Saham Bank Raksasa Menguat Berkat Rencana Buyback

IDXChannel – Tiga bank BUMN terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), kompak mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham.
Langkah ini menjadi sentimen positif bagi ketiga emiten yang berupaya bangkit dari tekanan jual investor asing dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/2/2025), pukul 10.09 WIB, saham BBRI naik 2,23 persen ke Rp4.110 per saham, BBNI terkerek 2,63 persen, dan BMRI terapresiasi 1,38 persen.
Ketiga saham bank pelat ini mulai menunjukkan pemulihan dalam sepekan terakhir, meskipun secara bulanan masih mencatatkan kinerja negatif.

Tekanan tersebut terutama dipengaruhi oleh kondisi makro global yang kurang kondusif, termasuk kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan dampak negatif bagi pasar negara berkembang.
Secara keseluruhan, aksi buyback oleh BMRI, BBRI, dan BBNI mencerminkan keyakinan manajemen terhadap valuasi saham yang dianggap masih undervalued, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

Selain membantu meredam tekanan jual dan memperbaiki valuasi saham, langkah ini juga menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Jika buyback dieksekusi dengan baik, hal ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham ketiga bank besar tersebut.
Aksi Buyback
Diwartakan sebelumnya, BMRI bakal melakukan buyback saham senilai Rp1,17 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyatakan bahwa pendanaan untuk buyback saham akan berasal dari optimalisasi kas perusahaan. Langkah ini diambil untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang perseroan.
"Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (16/2/2025).
Ashidiq juga menjelaskan bahwa saham hasil buyback atau saham treasuri akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan guna meningkatkan keterlibatan mereka dalam menjaga kinerja Bank Mandiri.
Untuk merealisasikan rencana ini, BMRI akan mengajukan persetujuan kepada pemegang saham pada 25 Maret 2025. Jika disetujui, buyback akan dimulai sehari setelahnya dan berlangsung hingga 25 Maret 2026.
BBRI juga berencana melakukan buyback saham perseroan dengan nilai maksimal Rp3 triliun.
Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menjelaskan bahwa buyback ini bukan sekadar respons terhadap penurunan harga saham, melainkan bagian dari program kepemilikan saham bagi karyawan.
"Dan program ini (buyback) sudah berjalan dari 2015 yang rancangannya adalah dalam konteks untuk meningkatkan engagement pekerja terhadap peningkatan kinerja perusahaan jangka panjang," ujar Catur dalam Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan BRI Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Menurut Catur, program buyback dilakukan sebagai bentuk bahwa ada keyakinan bagi BRI terhadap peningkatan kinerja fundamental perusahaan, sehingga pekerja perlu diberikan insentif agar bersama-sama memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga saham ini.
"Ini juga dalam rangka untuk memperkuat kepercayaan pemegang saham dan stakeholder kepada kinerja BRI dan prospek BRI masa depan," tutur Catur.
BBRI juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, yakni pada 24 Maret 2025.
BBRI berencana membeli kembali saham perseroan, baik melalui Bursa Efek maupun di luar pasar, dengan opsi pembelian bertahap atau sekaligus, bergantung pada harga wajar saham.
Aksi ini sepenuhnya dibiayai dari kas internal BRI dan diperkirakan tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Buyback akan dilakukan dengan batas maksimal 10 persen dari total modal disetor dan ditempatkan.
Saham hasil buyback atau saham treasuri nantinya akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, termasuk direksi dan komisaris BRI. Pengalihan saham ini dilakukan secara selektif kepada karyawan berprestasi serta manajemen dengan kinerja unggul.
Tidak hanya BMRI dan BBRI, BBNI juga sebelumnya menyiapkan dana Rp905 miliar untuk buyback saham perseroan. Namun, kabar terbaru, BBNI meningkatkan alokasi dana untuk buyback saham menjadi maksimal Rp1,5 triliun.
Dalam keterbukaan informasi, BNI juga mengumumkan perubahan jadwal rapat pemegang saham untuk persetujuan buyback menjadi 26 Maret 2025.
Manajemen sebelumnya bahwa tekanan terhadap saham BBNI belakangan ini dipengaruhi oleh sentimen global, terutama hasil pemilu di AS serta kekhawatiran investor terhadap ketidakstabilan makroekonomi domestik. Padahal, secara fundamental, kinerja BNI terus menunjukkan peningkatan.
Oleh karena itu, BNI berencana melakukan buyback sebagai langkah strategis untuk meredam tekanan jual di pasar di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan," ujar pihak BNI. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.
FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com
Hot
No comment on record. Start new comment.