Note

Pelaku Usaha Diminta Pertahankan Inovasi dan Kreativitas

· Views 9

Pasardana.id – Pemerintah secara konsisten terus berupaya untuk memperkuat daya saing produk-produk unggulan di pasar global.

Adapun untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, Pemerintah punya 4 mesin yaitu; mesin konsumsi dalam negeri, mesin ekspor, mesin investasi, dan mesin government spending.

Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara Pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di Jakarta, Kamis (20/2).

“Dari segi Economic Complexity Index kita dari posisi ke-75 naik 10 tingkat di tahun 2023 menjadi ke-65. Nah, tentu untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, kita ada 4 mesin yaitu mesin konsumsi dalam negeri, mesin ekspor, mesin investasi, dan mesin government spending,” ungkap Airlangga Hartarto seperti dilansir dalam siaran pers, Kamis (20/2).

Lebih lanjut dijelaskan, terkait dengan mesin ekspor dan perdagangan, Pemerintah telah menetapkan sejumlah strategi seperti memperkuat kerja sama perdagangan dengan berbagai negara, salah satunya dengan mempercepat penyelesaian perundingan internasional seperti IEU CEPA, Indonesia-MERCOSUR CEPA, I-EAEU FTA, serta Indonesia-GCC FTA.

Selain itu, untuk diversifikasi dan perluasan ekspor ke negara-negara berkembang di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin juga dilakukan kerja sama baru ke berbagai fora internasional seperti BRICS, GCC, dan CP-TPP.

Selanjutnya, untuk meningkatkan daya saing produk ekspor, Pemerintah juga melakukan upaya hilirisasi tidak hanya pada komoditas mineral, namun juga sektor manufaktur seperti industri tekstil, makanan-minuman, furniture, barang-barang kulit, hingga produk berbasis plastik dan kertas.

Selain itu, Pemerintah juga akan memperkuat dukungan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan TEI yang mampu menjadi platform perdagangan internasional dan etalase bagi produk-produk unggulan Indonesia menembus pasar global.

Dengan capaian total transaksi TEI tahun 2024 yang melampaui target hingga USD22,73 miliar, Menko Airlangga berharap, agar untuk penyelenggaraan tahun 2025 juga dapat melampaui target yang ditetapkan, sehingga mampu mendorong perkembangan ekonomi nasional.

Menutup sambutan, Menko Airlangga juga menekankan perlu adanya upaya yang dilakukan pelaku usaha dan eksportir Indonesia untuk dapat mempertahankan keunggulan produk yang ditawarkan, salah satunya melalui inovasi dan kreativitas.

Di era persaingan global saat ini, pelaku usaha harus mampu menghadirkan produk yang inovatif, unik, dan bernilai tambah tinggi.

Untuk itu, Menko Airlangga mendorong pelaku usaha untuk lebih aktif dalam mengembangkan desain, meningkatkan standar kualitas, serta mengadopsi teknologi digital dalam rantai produksinya.

“Harapannya kalau semakin terus meningkat, maka ekonomi kita semangat karena Bapak Presiden targetnya pertumbuhan menuju 8%. Jadi di tengah ketidakpastian kalau engine export kita bisa ngebut maka ini devisa kita bisa besar,” pungkas Menko Airlangga.

Sebagai informasi, dalam kondisi tantangan global saat ini, ekonomi nasional tetap menunjukkan ketahanan yang unggul dengan pertumbuhan mencapai 5,03% (yoy) pada tahun 2024.

Capaian tersebut juga diikuti dengan penguatan sejumlah indikator perekonomian seperti PMI manufaktur yang juga meningkat menjadi 51,9.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa daya saing industri nasional semakin menguat, didukung oleh permintaan domestik maupun luar negeri.

Selain itu, neraca perdagangan juga terus menunjukkan surplus selama 57 bulan berturut-turut dengan total surplus sebesar USD31 miliar di tahun 2024.

Kinerja ekspor terus menunjukkan tren positif terutama ke sejumlah negara tujuan seperti Amerika Serikat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Qadir, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Putradewi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Srinaita Ginting, serta Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.