Note

Bursa Asia Cenderung Naik, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Laporan Nvidia

· Views 7
Bursa Asia Cenderung Naik, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Laporan Nvidia
Bursa Asia Cenderung Naik, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Laporan Nvidia. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung menguat pada perdagangan Senin (24/2/2025), seiring investor menantikan data terbaru dari Amerika Serikat (AS).

Pasar keuangan Asia cenderung sepi karena libur di Tokyo, Jepang, dengan indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang melemah 0,2 persen. Kontrak berjangka (futures) Nikkei diperdagangkan di 38.310, di bawah penutupan tunai 38.776.

Baca Juga:
Bursa Asia Cenderung Naik, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Laporan Nvidia Market Cap Syariah Tembus Rp6.825,3 Triliun di 2024, Naik 11,1 Persen

Sementara itu, saham unggulan China (CSI 300) naik tipis 0,02 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 0,24 persen, melanjutkan tren positif yang didorong saham teknologi.

Indeks ASX 200 Australia juga terkerek, yakni sebesar 0,04 persen dan STI Singapura terapresiasi 0,41 persen.

Baca Juga:
Bursa Asia Cenderung Naik, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Laporan Nvidia Man City Kerja Sama dengan Publicis Sapient untuk Perkuat Pasar Digital hingga Data Analis

Berbeda, KOSPI Korea Selatan turun 0,61 persen.

Di pasar AS, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,4 persen dan Nasdaq menguat 0,5 persen.

Baca Juga:
Bursa Asia Cenderung Naik, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Laporan Nvidia Penjualan Mobil di Indonesia Diprediksi Belum Bisa Tembus 1 Juta Unit, Ini Faktornya

Nasdaq sebelumnya merosot 2,5 persen pekan lalu, mencatat kinerja mingguan terburuk dalam tiga bulan, terutama akibat tekanan pada saham 'Magnificent Seven'.

Tekanan ini meningkatkan ekspektasi terhadap laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis Rabu. Investor memperkirakan penjualan kuartal IV mencapai USD 38,5 miliar dan proyeksi kuartal I sekitar USD 42,5 miliar. Opsi perdagangan menunjukkan kemungkinan pergerakan harga saham sekitar 8 persen, tergantung hasil laporan.

Wall Street sempat terpukul pada Jumat lalu setelah survei sektor jasa menunjukkan penurunan tajam akibat kekhawatiran tarif dan tekanan biaya.

Ada pula laporan bahwa Gedung Putih menekan Meksiko agar menerapkan tarif pada impor China sebagai bagian dari kesepakatan dagang.

Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi inti pilihan Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) yang akan dirilis Jumat.

Angka ini diperkirakan turun menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 2,8 persen, meski kekhawatiran soal tarif dapat mengalihkan perhatian investor.

Sementara itu, survei konsumen AS menunjukkan ekspektasi inflasi jangka panjang (5-10 tahun) naik menjadi 3,5 persen, level tertinggi sejak 1995.

"Ekspektasi inflasi jangka panjang berisiko semakin tidak terkendali," ujar analis ANZ dalam catatannya.

"Itulah pesan utama dari sejumlah survei ekonomi AS yang dirilis Jumat lalu. Bagi The Fed, data ini menandakan perlunya kewaspadaan ekstra."

Setidaknya sembilan pejabat The Fed akan berbicara pekan ini, beberapa di antaranya lebih dari sekali. Mereka diperkirakan tetap menyampaikan sikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Saat ini, pasar memperkirakan pemangkasan baru terjadi pada Juli, dengan hanya dua kali pemangkasan sepanjang 2025.

Imbal hasil obligasi AS turun setelah data sektor jasa yang lemah, namun ketidakpastian inflasi dan pasokan masih menjadi tantangan.

Futures obligasi 10 tahun turun 5 basis poin pada Senin. Penurunan imbal hasil ini juga menekan dolar AS terhadap yen, seiring meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan kembali menaikkan suku bunga. (Aldo Fernando)

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

FOLLOWME Trading Community Website: https://www.followme.com

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.